Rabu, 20 November 2013

TEKNOLOGI DAN MEDIA PAK

TEKNOLOGI DAN MEDIA PAK
A.    PENGERTIAN TEKNOLOGI DAN MEDIA PAK
Teknologi merupakan segala sesuatu yang memudahkan untuk melakukan sesuatu guna kesejahteraan manusia.

Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Teknologi bagi kita merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan= membuat kue, pesawat, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Salah satu kebudayaan yang unggul pada waktu itu adalah Yunani. Beberapa Ilmu dihasilkan melalui para filsuf yang bermukim di Yunani. Salah satu istilah yang mau dibahas adalah “teknologi”.
Istilah ini dapat diterapkan secara umum atau spesifik: contohcontoh mencakup "teknologi konstruksi", "teknologi medis", atau "stateoftheart teknologi"
Kita menggunakan teknologi dimulai dengan konversi sumber daya alam menjadi peralatan sederhana. Penemuan yang prasejarah kemampuan untuk mengendalikan api sehingga dapat mengolah makanan dan penemuan roda membantu manusia dalam perjalanan di dalam dan mengendalikan lingkungan mereka.
Perkembangan teknologi terbaru, termasuk mesin cetak, telepon, dan Internet, mengatasi hambatan fisik untuk komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi dengan bebas pada skala global atau luas. Namun, tidak semua teknologi ini telah digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata yang semakin meningkat kekuatan destruktif telah berkembang sepanjang sejarah, dari klub untuk senjata nuklir.
Teknologi telah mempengaruhi masyarakat dan sekitarnya dalam beberapa cara. Dalam masyarakat, teknologi telah membantu mengembangkan ekonomi yang lebih maju (termasuk ekonomi global saat ini). Tetapi banyak prosesproses teknologi juga menghasilkan produk yang tidak diinginkan atau mengakibatkan sesuatu hal, contohnya polusi, dan menguras sumber daya alam, dengan merusak bumi dan lingkungannya. Berbagai implementasi teknologi mempengaruhi nilainilai masyarakat dan teknologi baru sering menimbulkan pertanyaanpertanyaan etika baru. Contohnya meliputi munculnya gagasan tentang efisiensi dalam hal produktivitas manusia, istilah yang awalnya hanya berlaku bagi mesin, dan tantangan dari normanorma tradisional.
Perdebatan filosofis telah muncul di masa kini dan masa depan menggunakan teknologi dalam masyarakat, dengan teknologi ketidaksepakatan mengenai apakah memperbaiki kondisi manusia atau memburuk itu. NeoLuddism, anarkoprimitivisme, dan gerakangerakan serupa mengkritik pervasiveness teknologi dalam dunia modern, opining bahwa itu merugikan lingkungan dan mengasingkan rakyat; pendukung ideologi seperti transhumanism dan technoprogresivisme melihat kemajuan teknologi terus bermanfaat untuk masyarakat dan kondisi manusia. Memang, sampai saat ini, diyakini bahwa perkembangan teknologi dibatasi hanya untuk manusia, tetapi penelitian ilmiah barubaru ini menunjukkan bahwa primata lain dan masyarakat lumbalumba tertentu telah mengembangkan alat yang sederhana dan belajar untuk menyampaikan pengetahuan mereka kepada generasi yang lain.

Pengertian Teknologi dari sisi Etimologi Kata
Sama dengan disiplin ilmu lainnya yang tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan Yunani, maka kata teknologi juga dapat kita hubungkan dengan kata Yunani. Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani technología (τεχνολογία) TECHNE (τέχνη), 'kerajinan' danLogia (λογία), studi tentang sesuatu, atau cabang pengetahuan dari suatu disiplin. Teknologi juga dapat diartikan bendabenda yang berguna bagi manusia, seperti mesin, tetapi dapat juga mencakup hal yang lebih luas, termasuk sistem, metode organisasi, dan teknik.
Kemudian kata Teknologi diterjemahkan ke bahasa Perancis yaitu “La Teknique”. Kata ini dapat diartikam demikian: semua proses yang dilakukan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional. Sesuatu yang dimaksud dalam definisi ini dapat berupa: benda atau konsep, pembatasan cara yaitu secara rasional sedemikian pembuatannya atau perwujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repitisi)
Teknologi dalam arti seperti yang dikemukakan di atas dapat diketahui melalui barang-barang, benda-benda, atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan dan menggampangkan realisasi hidup manusia di dalam dunia. Hal mana juga memperlihatkan tentang wujud dari karya cipta dan karya seni (Yunani “techne”) manusia selaku homo technicus.  Dari sini muncullah istilah teknologi yang berarti ilmu yang mempelajari tentang “techne” manusa. Tetapi arti teknologi tidak sebatas itu, arti teknologi lebih dari sekedar penciptaan barang, benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo feber. Teknologi telah menjadi suatu system atau struktur dalam eksistensi manusia di dalam dunia. Teknologi bukan lagi sekedar  sebagai suatu hasil daya cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, tetapi ia telah menjadi suatu daya cipta yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu komunitas manusia yang lain.

Definisi Kamus
Dalam kamus Merriam-Webster, teknologi mendapat definisi sbb:
Technology" adalah the practical application of knowledge especially in a particular area (terapan praktis pengetahuan, khususnya dalam ruang lingkup tertentu) dan a capability given by the practical application of knowledge (kemampuan yang diberikan oleh terapan praktis pengetahuan).
Jadi dalam kamus Merriam-Webster, Definisi teknologi adalah sbb:
Teknologi adalah aplikasi praktis dari pengetahuan khusus di daerah tertentu dan kemampuan yang diberikan oleh aplikasi praktis dari pengetahuan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 1158) terdapat dua pengertian tentang teknologi, yaitu:
  1. Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan
  2. Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Teknologi sebagai Barang Buatan Manusia

Pengertian teknologi yang tertua, sangat sederhana, dan paling umum dikenal orang ialah sebagai barang buatan dari manusia.Mengapa manusia sejak zaman yang amat kuno perlu membikin berbagai barang buatan seperti kapak, palu, pengungkit, perahu, dan kereta? Jawabannya yang paling masuk akal adalah karena manusia merupakan suatu makhluk yang amat rapuh jasmaninya.

Menurut Lord RitchieCalder, dari masa yang tertua dan mulai dengan alatalat yang paling sederhana, setiap penemuan dan penciptaan berdasarkan pada kenyataan bahwa manusia bukan hanya suatu makhluk perseptual melainkan juga suatu makhluk konseptual yang mampu mengamati, mengingat, dan menjajarkan gambaran anganangan. Ia dapat membuat suatu perancangan mental, suatu khayalan teknopuitis, bahkan bilamana sarana untuk senyatanya membuatnya tidak tersedia.

Menurut sejarahnya, ada dua titik waktu yang sangat penting dalam perkembangan teknologi menurut A. Gehlen (Man in the Age of Technology), yaitu:
  1. Revolusi neolitik: mulai titik waktu ini manusia beralih dari hidup mengembara dan berburu ke keadaan hidup menetap dengan mengembangkan pertanian dan pemeliharaan hewan.
  2. Revolusi industri: berkembangnya kebudayaan mesin yang memenuhi kebutuhan manusia dan mengubah tatanan hidupnya.

Teknologi sebagai barang buatan manusia memiliki tiga ragam dasar yang sekaligus menunjukkan perkembangan historis yang berlainan. Hal ini adalah pendapat dari seorang ahli yaitu Ladislav Tondl. Ragam dasar itu adalah:
  1. Alat
Suatu benda yang bergerak sematamata berdasarkan tenaga dari otot manusia. Pada
umumnya manusialah yang membimbing dan mengendalikan alatalat, dengan demikian manusia jugalah yang menjadi sumber informasi.
  1. Mesin
Sesuatu sistem peralatan yang tidak menggunakan tenaga manusia, melainkan sumbersumber tenaga di luar manusia, tetapi masih tetap memerlukan manusia untuk membimbing dan mengendalikannya.
  1. Automaton

Perlengkapan teknologi yang paling tinggi ragamnya dan paling canggih. Perlengkapan ini (berdasarkan asas sibernetika yang menggantikan fungsi pengendalian : manusiawi) mampu membuat keputusan dan mengatur sendiri.

Teknologi sebagai Kegiatan Manusia

Pengertian teknologi sebagai barang buatan kurang lengkap dan terlampau sempit. Barang buatan hanyalah suatu hasil akhir dari sebuah proses atau rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya. Oleh karena itu, pembahasan tentang pengertian teknologi harus menjelaskan kegiatan apa atau bagaimana yang telah terjadi sehingga menghasilkan berbagai barang buatan dati manusia itu.
Kegiatan manusia yang termasuk pengertian teknologi pada pokoknya dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu membuat dan menggunakan. Membuat adalah kegiatan merancang dan menciptakan sesuatu barang buatan, sedang menggunakan adalah melakukan sesuatu kegiatan sesuai dengan fungsi suatu barang buatan yang telah dibuat. Sebagai contoh misalnya pembuatan perahu pada zaman dahulu, orang harus terlebih dahulu membuat kapak, palu, gergaji, dan alat pengukur. Kemudian barulah orang membuat perahu dengan menggunakan alatalat itu. Jadi, dalam pembuatan suatu perahu yang senyatanya dilakukan dua jenis kegiatan membuat dan denggunakan. Dalam zaman modem,sekarang, kegiatan menggunakan berbagai peralatan, mesin, dan perlengkapan lainnya dalam pabrik untuk memproduksi (membuat) sesuatu barang buatan tampak lebih menonjol. Kedua kegiatan membuat dan kegiatan menggunakan itu sebagai teknologi harus dibedakan.
Dengandemikian, jelaslah kini apa yang dimaksud dengan teknologi sebagai kegiatan manusia. Tetapi tidak setiap kegiatan manusia adalah teknologi, melainkan hanyalah kegiatan yang mempunyai dua ciri pokok, yaitu efisien dan memiliki tujuan tertentu.

Teknologi sebagai Kumpulan Pengetahuan

Analisis yang lebih mendalam lagi terhadap teknologi sebagai kegiatan manusia yang secara sistematis Iangkah demi langkah dilakukan untuk mencapai sesuatu tujuan tertentu secara efisien sampai pada faktor pengetahuan yang mendasari kegiatan itu Pengetahuan ini harus dipelajari oleh manusia baik dari pengalaman sendiri maupun dari sumbersumber lain untuk dapat melakukan kegiatan yang merupakan teknologi.
Seorang ahli Tom Burns mengartikan teknologi sebagai kumpulan pengetahuan, tetapi pengetahuan itu dibedakan menjadi dua kelompok, yakni pengetahuan yang masih terdapat pada bangsa yang terbelakang atau kurun masa sebelum industrialisasi zaman modern dan pengetahuan yang telah bersangkut paut dengan masyarakatmasyarakat industri. Atau dapat dikatakan, pengertian teknologi sebagai kumpulan pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pengetahuan yang masih bersifat tradisional sebelum terjadinya industrialisasi dan pengetahuan yang telah bercorak modem dalam masyarakat industri untuk produksi berbagai barang danjasa.

Definisi Para Sarjana (Ilmuwan Sosial)
1.      Read Bain (1937), adalah seorang sosiolog Amerika mendefinisikan teknologi dengan menyatakan bahwa Teknologi meliputi semua alat, mesin, aparat, perkakas, senjata, perumahan, pakaian,peranti pengangkut/pemindahan dan pengomunikasi, dan ketrampilan yang memungkinkan kita menghasilkan semua itu.
2.      Ursula Franklin, dalam karyanya dari tahun 1989, kuliah "Real World of Technology", memberikan definisi teknologi sbb:
Technologi adalah practice, the way we do things around here (praktis, cara kita memperbuat ini semua di sekitaran sini). Istilah ini seringkali digunakan untuk mengimplikasikan suatu lapangan teknologi tertentu, atau untuk merujuk teknologi tinggi atau sekadar elektronik konsumen, bukannya teknologi secara keseluruhan.
Dengan kata lain Ursula Franklin, dalam bukunya yang berjudul  "Real World of Teknologi "( 1989), memberi definisi lain dari konsep; itu adalah" praktik, cara kita melakukan halhal di sini ". Istilah ini sering digunakan untuk menyiratkan bidang tertentu teknologi, atau untuk mengacu pada teknologi tinggi atau hanya konsumen elektronik, daripada teknologi secara keseluruhan. Bernard Stiegler, di Teknik dan Time, 1, mendefinisikan teknologi dalam dua cara: sebagai "pengejaran kehidupan dengan cara selain hidup", dan sebagai "yang diselenggarakan materi anorganik."

Dengan kata lain definisi Ursula Franklin di atas menyatakan bahwa teknologi adalah praktis, cara kita membuat ini semua di sekitaran ini.
3.      Bernard Stiegler dalam dalam Technics and Time, 1, mendefinisikan technology dalam dua cara, yaitu:
a.       Technology sebagai the pursuit of life by means other than life (pencarian kehidupan, dalam artian lebih dari sekadar hidup),
b.        Technology sebagai organized inorganic matter (zat-zat anorganik yang tersusun rapi).
Dalam weblog Mulyadiniarty dikemukakan beberapa definisi teknologi sbb:
  1. Teknologi adalah ; 1) Ilmu yang menyelidiki cara- cara kerja di dalam tehnik 2) Ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik- pabrik dan industri- industri (Harahap, Poerbahawadja, 1982 : 1357).
  2. Teknologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan industri bangunan, mesin- mesin dan sebagainya ( Salim, 1985 : 2015).
  3. Menurut Rogers (dalam Seels, Richey, 1994 : 12) Teknologi adalah suatu rancangan langkah instrumental untuk memperkecil keraguan mengenai hubungan sebab akibat dalam mencapai hasil yang diharapkan.
  4. Teknologi adalah ilmu pengetahuan mengenai pembangunan dan industri (Saliman, Sudarsono, 1993 : 216).
  5. Dari Wikipedia, Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik.
  6. Dalam Random House Dictionary seperti dikutip Naisbitt (2002 : 46) Teknologi adalah sebagai benda, sebuah obyek, bahan dan wujud yang jelas- jelas berbeda dengan manusia.
  7. Menurut Iskandar Alisyahbana seperti dikutip Yusufhadi Miarso (2007 : 131), teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau mebuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra, dan otak manusia.
  8. Menurut Ellul dalam Miarso (2007 : 131), Teknologi adalah keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia.
  9. Menurut Miarso (2007 : 62) teknologi adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, proses tersebut menggunakan atau menghasilkan suatu produk , produk yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian integral dari suatu sistem.

Dalam weblog trisakti.ac.id atau weblog Herufal Trisakti Blogger Community
dinyatakan:
Menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) Teknology  berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dalam definisi ini teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.
1.    Teknologi berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni.
2.    Kata techne ketika dipakai dalam bahasa Inggris menjadi technology yang dipakai pertama kali pada abad ketujuh belas, maka makna kata “technology” adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri.
3.    Menurut Capra, pada abad ke-20, makna kata teknologi telah diperluas. Itu berarti kata teknologi tidak hanya mencakup alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Ini berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode.
4.    Sekarang sebagian besar definisi teknologi, lanjut Capra (2004, 107) menekankan hubungannya dengan sains.
Ahli sosiologi Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107) mendefinisikan:     
Teknologi adalah ‘kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan. Akan tetapi, dijelaskan oleh Capra (107) teknologi jauh lebih tua daripada sains. Asal-usulnya pada pembuatan alat berada jauh di awal spesies manusia, yaitu ketika bahasa, kesadaran reflektif dan kemampuan membuat alat berevolusi bersamaan. Sesuai dengannya, spesies manusia pertama diberi nama Homo habilis (manusia terampil) untuk menunjukkan kemampuannya membuat alat-alat canggih.
Toynbee (2004, 35) menyatakan bahwa dari perspektif sejarah, teknologi merupakan salah satu ciri khusus kemuliaan manusia bahwa dirinya tidak hidup dengan makanan semata. Teknologi merupakan cahaya yang menerangi sebagian sisi non material kehidupan manusia. Toynbee (2004, 34) selanjutnya menyatakan bahwa teknologi merupakan syarat yang memungkinkan konstituen-konstituen non material kehidupan manusia, yaitu perasaan dan pikiran , institusi, ide dan idealnya. Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari bukti kecerdasan manusia.
Berdasarkan pemahaman sebagaimana yang dimaksud di atas (lihat Toynbee), maka pengertian teknologi berkembang lebih jauh dari yang dipahami sebagai susunan pengetahuan untuk mencapai tujuan praktis atau sebagai sesuatu yang dibuat atau diimplementasikan serta metode untuk membuat atau mengimplementasikannya. Dua pengertian di atas telah digantikan oleh interpretasi teknologi sebagai pengendali lingkungan seperti kekuasaan politik di mana kebangkitan teknologi Barat telah menaklukkan dunia dan sekarang telah digunakan di era dunia baru yang lebih ganas. Untuk memperjelas statement tersebut, kita coba menelaah teknologi secara lebih dalam lagi. Melihat substansi teknologi secara lebih komprehensif, yaitu konsepsi teknologi dari kerangka filsafat.
Konsep Teknologi (New)
Menurut Gorokhov (1998) Teknologi secara konseptual memiliki tiga makna prinsip, yaitu:
1) teknologi (secara teknis) sebagai agrerat dari semua artifak-artifak manusia yang dipergunakan, mulai dari perkakas sampai dengan sistem teknologis kompleks yang berskala besar;
2) teknologi sebagai agregat dari seluruh aktivitas teknis, penemuan yang bersifat invention (penciptaan) dan discovery (penemuan), riset dan pengembangan, dan tahapan-tahapan dalam penciptaan teknologis yang berhasil, serta penyebarannya ke masyarakat secara luas; dan
3) teknologi sebagai agregat dari keseluruhan pengetahuan teknis, mulai dari teknik yang sangat khusus dan praktik-praktiknya sampai pada sistem teknologis-saintifik teoretis termasuk pengetahuan mengenai perekayasaan (engineering knowlodge) dan know-how-nya.Dengan demikian, teknologi, menurut Gorokhov (1998), didefinisikan sebagai studi mengenai hubungan antara umat manusia dan dunia yang dimanifestasikan dalam pandangan teknologis dunia, studi mengenai fenomena teknologis sebagai keseluruhan, menempatkan teknologi dalam perkembangan masyarakat sebagai keseluruhan (dan bukan hanya perkembangan teknologi yang terisolasi), dan dalam dimensi historis, antara restrospektif dan prospektif.
Tujuan dari studi teknologi menurut Gorokhov (1998) terutama difokuskan pada sains teknis atau perekayasaan, produksi teknis, aktivitas, dan pengetahuan sebagai fenomena kebudayaan; dan pengembangan kesadaran teknologis, terutama pemahaman diri dari engineer dan teknisi dalam praktik perekayasaan dan pengetahuan teknis.
Pandangan yang hampir mirip dengan Gorokhov (1998), digagas oleh Quintanilla (1998) berkaitan dengan Technological Progress hubungannya dengan Filsafat Teknologi. Quintanalla (1998) membagi pandangan dalam filsafat teknologi dalam tiga pandangan, yaitu pandangan kognitif, pandangan instrumental dan pandangan praksiologis. Masing-masing pandangan tersebut akan diikuti oleh perubahan dan kemajuan teknologi yang berbeda.
Dalam pandangan kognitif, teknologi merupakan bentuk pengetahuan praktis berbasiskan sains yang mengarahkan kita untuk mendesain artifak secara efisien untuk memecahkan masalah praktis. Perubahan teknologis terutama memproduksi lebih jauh riset aplikasi saintifik dan pengembangan pengetahuan teknologis. Sedangkan kemajuan teknis konsisten dengan peningkatan pengetahuan dan tergantung, pada ekstensi yang luas, dalam kemajuan (Quintanilla 1998).
Dari pandangan instrumental, teknologi adalah set dari artifak-artifak yang secara intensif didesain dan diproduksi untuk melaksanakan fungsi dan pemuas kebutuhan manusia. Perubahan teknologi dalam pandangan instrumental konsisisten dengan peningkatan kuantitas dan beragam artifak. Sedangkan kemajuan technological didefinisikan sebagai fungsi kuantitas dan kepentingan dari kebutuhan manusia yang dapat memuaskan mereka dalam perangkat teknologis yang dapat dipakai (Quintanilla 1998).
Pandangan ketiga, yang merupakan pendekatan yang dilakukan oleh Quintanilla (1996) dalam Quintanilla (1998), yaitu dari pendekatan praksiologis, dasar dari entitas teknologis bukanlah sistem pengetahuan (pandangan kognitif) maupun set dari artifak (pandangan instrumental), tetapi lebih merupakan sistem yang kompleks yang dibentuk dari artifak-artifak ditambah dengan penggunanya atau intentional operator. Dari pandangan tersebut, Quintanilla (1998) dapat membuat karakterisasi dari sistem teknologis sebagai sistem-sistem aksi yang secara intensional diorientasikan pada transformasi objek konkret agar memperoleh, dalam tingkat efisiensi, hasil yang bernilai. Perubahan teknologis konsisten dalam mendesain dan memproduksi sistem teknik yang baru dan dalam pengembangan yang berkaitan dengan efisiensi. Sedangkan kemajuan teknologis dapat diinterpretasikan sebagai kenaikan kekuasaan manusia dalam mengendalikan realitas. Sistem teknisnya yang baru dan lebih efisien diaplikasikan pada bagian yang baru dan lebih luas dari realitas yang berarti kapasitas tertinggi untuk melakukan adaptasi realitas bagi kepuasan manusia.
Dari pandangannya mengenai praksiologis tersebut, Quintanilla (1998) kemudian memberikan inti dari kemajuan teknologis. Pertama, Tujuan teknologi adalah untuk meningkatkan kekuasaan manusia dalam mengendalikan dan menciptakan realitas. Kedua, Pengembangan teknologis memiliki dimensi ganda, yaitu inovasi dan efisiensi. Ketiga, dalam mengkarakterisasikan kemajuan teknis sebagai peningkatan kekuasaan manusia terhadap realitas, strategi yang perlu dilakukan secara konsisten adalah dengan mendefinisikan fungsi kemajuan teknologis yang dikombinasikan dengan inovasi dan efisiensi.
Yang menjadi masalah dalam pemikiran Quintanalla (1998) adalah akhir dari artikelnya tersebut, ketika teknologi dihadapkan dengan masalah moral. Menurutnya, tidak ada kaitan antara teori kemajuan teknologis dan pertanyaan yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, ekonomi, sosial, dan lainnya. Menurut Quintanalla (1998), hal tersebut jelas dalam dua hal; pertama, penjelasan tujuan sistem teknis adalah komponen esensial dari definisi sistem teknis itu sendiri. Kedua, konsekuensi praktis berkaitan dengan teori standar kemajuan teknologis (yang telah dijelaskan di atas) tidak hanya diakibatkan dari tingkat inovasi dan efisiensi teknis saja, tetapi kondisi material kehidupan manusia.
Pemikiran filosofis dari teknologi yang dilakukan Quintanalla (1998) tersebut, adalah bentuk dari tercerabutnya nilai-nilai dalam kebudayaan manusia sekaligus terpisahnya teknologi dari ibu kandungnya, yaitu sains. Bahkan ditegaskan oleh Gorokhov (1998):
Jika kita berpikir tentang teknologi sebagai penciptaan lingkungan baru (“a second nature”), kemudian di sana terdapat tiga fase pengembangan teknologi modern: kaitan teknologi pada sains, kaitannya dengan ekonomi, dan kaitannya dengan lingkungan. Filsafat teknologi baru harus mulai dikembangkan sebagai pengembangan scientific-technological tersendiri dengan memasukkan filsafat lingkungan, termasuk filsafat pembangunan berkelanjutan.
Kritik nilai dan moral terhadap teknologi bukannya tidak dilakukan dari kalangan Barat sendiri. Diingatkan Van Melsen (1985, 111) bahwa selama ini manusia kurang belajar bagaimana hidup dengan teknologi, sehingga mereka terkesan lebih sebagai hamba teknologi daripada sebagai tuannya. Oleh Mumford (1977) dalam Mangunwijaya (1985), dikatakan semua ini berawal dari transformasi radikal seluruh kehidupan manusia, yang sebagian besar dipengaruhi oleh pertemuan antara matematika dan fisika dengan teknologi. Yaitu pergeseran dari teknik empiris berdasar tradisi ke suatu cara eksperimental, yang berkembang menjadi bom atom, pesawat supersonik, informasi sibernetik (komputasi), komunikasi jarak jauh, yang perkembangannya ditempuh dalam waktu relatif pendek, dari perkembangan teknologi sebelumnya. Hal itu menurut Van Melsen (1985, 111) terdapat tiga kemungkinan yang menyebabkannya. Pertama, belum sempurnanya teknologi, atau kedua, teknologi telah menimbulkan bentuk-bentuk praksis lain yang mengharuskan kita belajar dalam hubungan sosial yang baru; atau ketiga, disebabkan juga karena lemahnya refleksi filosofis dan etis atas bentuk-bentuk baru di bidang ilmu pengetahuan dan praksis beserta implikasinya.
Teknologi, paling luas, dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun takbenda, yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini.
Ringkasnya definisi Bernard Stiegler tentang technology sbb:
Teknologi adalah pencarian kehidupan, dalam artian lebih dari sekadar hidup dan sebagai zat-zat anorganik yang tersusun rapi.
Dalam definisi Stiegler disinggung dua dimensi yaitu tecnologi dalam arti luas dan sempit. Dalam arti yang lebih luas, teknologi dapat diartikan: teknologi adalah entitas, benda maupun tak benda, yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam definisi ini, teknologi merujuk pada alat dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata.
Technology dalam konteks pengertian yang luas ini dipahami sebagai istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini,




Media merupakan kata jamak dari medium (latin) yang berarti “perantara”, penghubung pesan dari si pengirim kepada si penerima”. Perantara itu dapat berupa manusia atau alat yang diciptakannya. Dalam proses terjadinya kegiatan belajar yang efektif selalu diperlukan media atau alat bantu pembelajaran. Media itu sering diartikan sebagai alat penolong dalam kegian belajar dan biasanya meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi guna memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar-pengetahuan, spiritualitas, moralitas, sikap dan keterampilan.
Media pengajaran itu biasanya meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Hardware adalah alat yang dapat mengantarkan pesan seperti radio, televise, buku, Koran, atau majalah. Sedangkan software adalah isi program yang berisi pesan seperti pada buku, kisah pada film, materi yang disediakan dalam grafik, bagan dan diagram.
Menurut Donald P. Reiger mengemukakan empat hal yang dapat dilakukan alat bantu pembelajaran dalam pelayanan jemaat, yaitu sbb:
1.      Membangkitkan minat peserta didik
2.      Mempercepat proses pembelajaran
3.      Mencegah terjadinya kesalahpahaman
4.      Meningkatkan daya ingat (memori).
Sedangkan menurut Mary Go Setiawani dalam bukunya pembaruan mengajar (80-82) berpendapat bahwa media audiovisual secara khusus memiliki sejumlah fungsi sebagai berikut: mempertahankan konsentrasi peserta didik, membantu guru mengajar lebih cepat, mengatasi waktu, mengatasi keterbatasan tempat, mengatasi keterbatasan bahasa, menyampaikan konsep dalam bentuk yang baru, menambah daya ingat murid dll.

B.     KETERANGAN ALKITAB MENGENAI MEDIA
Alkitab mengkomunikasikan bahwa Allah mendidik manusia melalui media, contohnya:
1.      Peraturan agar Adam dan Hawa tidak memakan buah di tengah taman Eden merupakan media untuk mendidik mereka taat pada kehendak-Nya.
2.      Peristiwa air bah dan perahu Nuh menjadi media untuk menyampaikan pesan tentang kekudusan, kebenaran dan keadilan Allah-bahwa dosa dan kejahatan mendatangkan hukuman.
3.      Peristiwa terbelahnya Laut Teberau sehingga umat Israel melintasinya menjadi media untuk menyatakan kebesaran Allah.
4.      Tuhan memerintahkan Musa untuk menuliskan perintahNya pada media berupa loh batu supaya perintahNya dapat dibaca dan dipelajari dikemudian hari.
5.      Tuhan menyampaikan pesanNya melalui media yang berupa mimpi dan penglihatan.
6.      Peristiwa Lima roti dan Dua ikan menjadi mediayang melambangkan  bahwa Allah sanggup melakukan mujizat.
7.      Peristiwa Nabi Elia yang diberi makan oleh burung gagak untuk menunjukkan bahwa Allah sanggup memelihara hidup.
Prinsip yang sama dapat kita kembangkan di dalam kegiatan mengajar, baik di sekolah, maupun gereja. murid akan terpicu dalam belajar apabila menggunakan media yang menarik.
Menurut Regina M. Alfonso (1986) mengemukakan Yesus juga menggunakan media ketika mengajar dan berkotbah. Berikut contohnya:
1.      Ketika mengajarkan murid-muridNya agar mereka bersikap rendah hati, anak kecil dihadirkanNya di tengah-tengah mereka Luk 9: 46-48
2.      Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah sebagai media untuk menegaskan iman dan percaya sangat penting bagi jawaban doa Mrk 11: 12-14
3.      Yesus mengambil mata uang dan menanyakan gambar yang terdapat pada uang itu untuk mengajarkan bahwa orang harus membayar pajak pada pemerintah dan membawa persembahan kepada Allah Mat 22:15-22 dll.
Masih banyak hal lain yang digunakan oleh Yesus sebagai media untuk menyampaikan pesan ilahi bagi manusia agar menjadi umat Tuhan yang memiliki kerohanian, moral, social yang baik,. Dan kalau kita mempelajari kitab injil menjadi nyata bahwa Yesus menggunakan media berupa benda, orang, alam, dan tindakan. Teladan kreatif Yesus hendaknya menjadi sumber inspirasi bagi kita. Dalam hal ini bentuk dan jenis media yang kita gunakan mungkin saja berbeda dengan yang digunakan oleh Yesus dahulu.
C.    JENIS DAN KARAKTERISTIK MEDIA
LeRoy Ford (1987) mengemukakan bahwa mengajar pada dasarnya ialah proses membentuk dan mengfungsikan pengalaman anak didik-setiap orang belajar melalui pengalamannya. Dalam hal itu kelima indra peserta didik (penglihatan, peraba, penciuman, perasa, dan pendengaran) menjadi sarana dalam pembentukan pengalamannya. Murid belajar melalui apa yang dilihat dan didengar. Kalau peserta didik menggunakan indranya lebih dari satu belajar tentu menjadi semakin baik dan menarik.
Ford juga mengetengahkan bahwa ada banyak macam pengalaman, termasuk pengalaman langsung dan tidak langsung, yang mewujudkan tujuan belajar peserta didik. Misalnya bermain sandiwara, melihat video, dll.
Pada zaman ini guru dapat merencanakan penggunaan media secara beragam dalam kegiatan mengajar.
1.      Media yang berupa pengalaman langsung, misalnya mengajarkan doa, bernyanyi dan mendengarkan firman Tuhan.
2.      Media yang berupa benda dan kegiatan tiruan, seperti gambar, video, film, dan menjalankan kegiatan tiruan. Boleh juga diterapkan permainan panggung boneka yang menimbulkan percakapan dan gerakan.
3.      Media yang berupa dramatisasi tindakan, dalam memainkan drama peserta didik akan mendapatkan pengalaman dan memahami pesan dari peristiwa tertentu.
4.      Media yang berupa karyawisata, seperti membawa peserta didik ke gunung, pantai, kebun binatang, kebun tumbuh2an sehingga mencapai informasi bahwa Allah pencipta semesta.
5.      Media telivisi dan media berupa brosur-foto-foto untuk informasi.
6.      Media siaran radio
7.      Media gambar-gambar, lukisan, bagan, dan grafik.
8.      Media yang berupa kata, ungkapan, kalimat yang diperlukan guru untuk mengajar.
Sebenarnya jenis media dan cara mengelompokkan (taksonomi) media itu beragam. Misalnya, ada yang melihat dari sudut fungsi, visual, gerak dan suara. Ada yang melihat dari sudut ekonomis pandangannya.
Menurut Prof Azhar Arsyad (2006:81-104) pengelompokan media berdasarkan penggunaannya adalah sebagai berikut:
1.      Media yang berbasis manusia, yaitu mencakup guru, peserta didik sendiri, serta interaksi di antara mereka. Disamping itu kegiatan yang dilakukan bersama-sama aktivitas bermain peran (role play), kuis Alkitab dengan dua atau tiga kelompok peserta didik, debat diantara dua kelompok, menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pengetahuan dan pengalaman hidup.
2.      Media yang berbasis cetakan, antara lain buku, majalah, atau brosur. Agar jenis media itu efektif, perlu diperhatikan konsistensi, format yang menarik, organisasi, daya tarik, ukuran huruf dll.
3.      Media yang berbasis visual, yaitu gambar, diagram, peta, dan grafik, ketika menyaksikan media seperti itu, pikiran peserta didik “bekerja”. Namun tidak jarang juga emosi mereka tersentuh.
4.      Media yang berbasiskan audio visual, seperti film dan video.
5.      Media yang berbasis computer, dewasa ini peserta didik tengah digalakkan mengenai media computer.
6.      Perpustakaan sebagai media dan sekaligus sumber belajar: seperti bahan cetak, buku, jurnal majalah, Koran dan elektronik seperti buku elekronik yang dapat diakses melalui internet dan compact disc yang memuat banyak tulisan.
Berdasarkan karakteristiknya, media pendidikan dibagi menjadi:
A.    Media grafis, menyampaikan pesan melalui indra penglihatan (visual). Media itu relative murah. Adapun media itu terdiri dari: pertama, gambar yang bersifat konkret, mudah dibawa tidak perlu menggunakan peralatan khusus. Kelemahannya, media itu menekankan persepsi indra dan terbatas kelompok besar. Kedua, sketsa berupa gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok tanpa detail. Media itu bersifat murah dan mampu mengembangkan imajinasi. Ketiga, diagram yang menggambarkan struktur objek secara garis besar. Keempat bagan yaitu bagan pohon yaitu merupakan bagan yang menggambarkan hubungan konsep atau objek secara hirearkis dari yang pokok ke bagian-bagiannya, bagan arus yang menggambarkan suatu arus proses yaitu hubungan dan arahnya. Bagan linear menggambarkan hubungan antara peristiwa dan waktu secara kronologis. Bagan stream yaitu kebalikan dari bagan pohon. Kelima grafik yaitu gambar sederhana yang menggunakan titik, garis dan gambar. Keenam kartaun atau poster, peta Alkitab, papan panel dan papan bulletin juga termasuk media grafis.
B.     Media Audio, yang berkaitan dengan pendengaran yaitu radio, alat perekam magnetic misalnya kaset rekaman yang berisi lagu-lagu rohani dan khotbah dapat membantu orang dalam mempelajari firman Tuhan, dan laboratorium bahasa. Untuk belajar bahasa asing laboratorium sangat berguna. Misalnya, untuk belajar bahasa ibrani Yunani, peserta perlu mendengarkan ucapan-ucapan yang tepat.
C.     Media proyeksi, adalah perangkat yang memproyeksikan pesan, gambar, atau gerakan yang tidak bergerak.

D.    KRITERIA PEMILIHAN MEDIA
Ada sejumlah factor yang perlu dipertimbangkan guru dalam memilih dan menentukan media, faktor itu adalah: tujuan mengajar, kemampuan murid untuk menyerap pesan melalui media, fasilitas media yang tersedia, waktu yang tersedia dan biaya.
Untuk mencapai tujuan kignitif, media visual grafis dapat dipergunakan termasuk buku, poster, bagan dan sejenisnya. Untuk membangkitkan sikap (afektif) penggunaan media audio visual menjadi lebih efektif. Misalnya melihat film martin luther king, murid termotivasi untuk berkorban bagi masyarakat demi kebenaran dan keadilan. Untuk membangun keterampilan (psikomotorik) anak didik kegiatan langsung tampaknya lebih sesuai untuk menjadi pilihan guru.
Isi pelajaran agama Kristen itu tidak hanya fakta, konsep dan nilai-nilai, tetapi juga menyangkut iman dan kepercayaan kepada Tuhan yang harus dibangkitkan. Dalam hal itu, cara Tuhan bekerja untuk menanamkan benih iman dan menumbuhkannya tidak terbatas pada seberapa banyak media yang digunakan guru. Efektifitas penggunaan media pembelajaran itu juga dipengaruhi minat dan kebutuhan peserta didik. Guru yang terbiasa bercerita ketika mengajar mungkin akan kurang berminat untuk merencanakan penggunaan media pembelajaran lainnya misalnya karyawisata, demonstrasi, dll. Faktor kecukupan waktu dalam kegiatan mengajar juga ikut menjadi pertimbangan dalam memilih media pembelajaran. Permainan peran, demonstrasi, karyawisata membutuhkan banyak waktu untuk penyiapannya. Menyaksikan tayangan film juga demikian, tetapi dapat dilakukan dikelas. Untuk itu guru, harus pandai memilih durasi tayangan yang akan disaksikan dan dipertimbangkan peserta didiknya.
Bercerita sambil menggunakan poster sering menjadi pilihan bagi guru saat ini. Dalam kegiatan seminar, tayangan film ringkas kerap dilakukan sebelum masuk ke dalam aktivitas ceramah atau diskusi kelompok. Sebenarnya dalam penggunaan media tidak harus mahal tetapi hendaknya menggunakan sesuai dengan tujuan, situasi, dana dll. Untuk pengajaran sekolah minggu sebaiknya akrab dengan alat peraga, gambar, lukisan, video dll.
E.     KESIMPULAN
Media merupakan alat atau sarana untuk menyampaikan informasi. Dengan adanya media dapat memudahkan dalam pengajaran, serta menyelesaikan pendidikan secara efesien, dan efektif. Media banyak macamnya, namun harus diperhatikan kegunaanya dan tujuan yang dicapai. Memang teknologi dan media sangat berguna namun seorang guru juga harus mampu memiliki kemampuan pengalaman belajar. Dalam PAK, seorang guru professional harus mampu menggunakan alat-alat teknologi dan media dalam mengajar baik di pendidikan formal maupun gereja, sehingga pengajaran menjadi menarik, dan menambah kognitif siswa serta mengalami perubahan tingkah laku dan memiliki keterampilan khusus dalam pendidikan agama Kristen.


1 komentar:

  1. Mohon bagian yang diambil dari blog saya diberi sumber, beberapa bagian dari blog ini dicopi paste dari Blog: http://perintiswebblog.blogspot.com/. Pemilik blog perintis weblog adalah Yonas Muanley. Jadi mohon diberi sumber dari mana kamu kutip.Mohon diperbaiki atau bandingkan isi blog dengan blog dgn alamat: http://perintiswebblog.blogspot.com/. Trimakasih

    BalasHapus